Kenaikan kasta Oxford United ke EFL Championship musim depan membuka peluang bagi Elkan Baggott, bek andalan timnas Indonesia, untuk bergabung dengan klub yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Erick Thohir tersebut. Setelah memenangkan babak play-off melawan Bolton Wanderers dengan skor 2-0 berkat dua gol Josh Murphy, langkah Oxford United untuk kembali bermain di kasta kedua Liga Inggris musim 2024/2025 semakin terbuka lebar. Meski komposisi skuad Oxford United belum ditentukan sepenuhnya, Erick Thohir selaku pemilik 51 persen saham klub tersebut menyampaikan keinginannya untuk membawa pemain Indonesia ke dalam skuad The Yellows. Sebagai Ketua Umum PSSI, Thohir berencana untuk membahas hal ini lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait seperti Nirwan Bakrie selaku Ketua Umum PB PBSI, Viktor Bungtilu Laiskodat selaku Ketua Umum PP PBSI, dan Sihar Simanjuntak selaku Ketua Umum Askab PSSI Jawa Barat. "Ini kita akan bicarakan, saya sudah telfon pak Nirwan, grup Djarum, pak Viktor, pak Sihar, untuk nanti duduk bersama PSSI agar bisa bersinergi. Ini yang kita akan bicarakan," ujar Thohir. Menurut sumber dari dalam kubu PSSI, nama Elkan Baggott menjadi salah satu kandidat kuat yang direkomendasikan oleh pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, untuk bergabung dengan Oxford United. Baggott dinilai memiliki kualitas yang mumpuni dan bisa menjadi jembatan untuk memperkuat kerja sama antara PSSI dengan klub Inggris tersebut. Jika terwujud, kepindahan Baggott ke Oxford United akan menjadi langkah penting bagi perkembangan karir pesepakbola Indonesia di kancah sepakbola Eropa. Selain itu, kehadiran pemain Indonesia di Oxford United juga berpotensi memperluas jaringan dan peluang kerja sama PSSI dengan klub-klub Eropa lainnya di masa mendatang, seperti yang diutarakan oleh seseorang. Grup keluarga Hartono, yang memiliki Como 1907, telah dikonfirmasi terlibat dengan klub di Belgia. Jika klub yang dimiliki oleh seseorang mampu naik ke kasta tertinggi sepakbola Belgia, ini dianggap sebagai kesempatan bagi kerja sama lebih lanjut. Seseorang juga menyoroti keberadaan Oxford United dan Brisbane Roar yang masih dimiliki oleh keluarga Bakrie. Erick Thohir menyatakan harapannya agar pemain timnas yang bergabung dengan klubnya bisa tampil sebagai pemain utama, bukan sekadar menjadi cadangan. Dia berharap ini akan membuka jalur bagi para pemain Indonesia untuk memulai karier di Eropa. Pelatih Ipswich Town FC, Kieran McKenna, merekomendasikan Elkan untuk naik ke kelas Championship, menggambarkan bahwa kemampuannya sesuai dengan gaya permainan modern. Musim ini, Elkan belum mendapat kesempatan bermain di divisi Championship, meskipun telah menjadi bagian dari Ipswich Town FC. Dia hanya diberikan kesempatan bermain selama setengah musim dalam Piala EFL di klub tersebut. Sementara itu, Elkan menghabiskan sebagian besar musim dengan tampil dalam 14 pertandingan bersama Bristol Rovers di divisi League One. Meskipun berposisi sebagai bek dan masih berusia 21 tahun, Elkan telah memberikan kontribusi yang signifikan dengan mencatat satu gol dan satu assist untuk Bristol. Namun, tampaknya nasib Elkan belum merambah ke panggung internasional, karena kali ini tidak masuk dalam skuad timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia bulan Juni mendatang. Alasan di balik keputusan pelatih Indonesia, Shin Tae-yong, untuk mengabaikan Elkan belum jelas. Yang pasti, Elkan sebelumnya tidak merespons panggilan dari STY saat timnas U-23 melawan Guinea dalam play-off Olimpiade Paris 2024. Hal ini diduga menjadi alasan mengapa STY tidak memasukkan Baggott ke dalam skuad tim nasional senior.

Elkan Baggot Disebut Merapat ke Klub Erick Thohir di Inggris, Dapat Rekom Pelatih Ipswich Town

Elkan Baggot Disebut Merapat ke Klub Erick Thohir di Inggris, Dapat Rekom Pelatih Ipswich Town –Kenaikan kasta Oxford United ke EFL Championship musim depan membuka peluang bagi Elkan Baggott, bek andalan timnas Indonesia, untuk bergabung dengan klub yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Erick Thohir tersebut. 

 

Setelah memenangkan babak play-off melawan Bolton Wanderers dengan skor 2-0 berkat dua gol Josh Murphy, langkah Oxford United untuk kembali bermain di kasta kedua Liga MPOID Inggris  musim 2024/2025 semakin terbuka lebar.

 

Meski komposisi skuad Oxford United belum ditentukan sepenuhnya, Erick Thohir selaku pemilik 51 persen saham klub tersebut menyampaikan keinginannya untuk membawa pemain Indonesia ke dalam skuad The Yellows. 

 

Sebagai Ketua Umum PSSI, Thohir berencana untuk membahas hal ini lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait seperti Nirwan Bakrie selaku Ketua Umum PB PBSI, Viktor Bungtilu Laiskodat selaku Ketua Umum PP PBSI, dan Sihar Simanjuntak selaku Ketua Umum Askab PSSI Jawa Barat.

 

“Ini kita akan bicarakan, saya sudah telfon pak Nirwan, grup Djarum, pak Viktor, pak Sihar, untuk nanti duduk bersama PSSI agar bisa bersinergi. Ini yang kita akan bicarakan,” ujar Thohir.

 

Menurut sumber dari dalam kubu PSSI, nama Elkan Baggott menjadi salah satu kandidat kuat yang direkomendasikan oleh pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, untuk bergabung dengan Oxford United. 

 

Baggott dinilai memiliki kualitas yang mumpuni dan bisa menjadi jembatan untuk memperkuat kerja sama antara PSSI dengan klub Inggris tersebut.

 

Jika terwujud, kepindahan Baggott ke Oxford United akan menjadi langkah penting bagi perkembangan karir pesepakbola Indonesia di kancah sepakbola Eropa. 

 

Selain itu, kehadiran pemain Indonesia di Oxford United juga berpotensi memperluas jaringan dan peluang kerja sama PSSI dengan klub-klub Eropa lainnya di masa mendatang, seperti yang diutarakan oleh seseorang. 

 

Grup keluarga Hartono, yang memiliki Como 1907, telah dikonfirmasi terlibat dengan klub di Belgia. 

 

Jika klub yang dimiliki oleh seseorang mampu naik ke kasta tertinggi sepakbola Belgia, ini dianggap sebagai kesempatan bagi kerja sama lebih lanjut. 

 

Seseorang juga menyoroti keberadaan Oxford United dan Brisbane Roar yang masih dimiliki oleh keluarga Bakrie. 

 

Erick Thohir menyatakan harapannya agar pemain timnas yang bergabung dengan klubnya bisa tampil sebagai pemain utama, bukan sekadar menjadi cadangan. 

 

Dia berharap ini akan membuka jalur bagi para pemain Indonesia untuk memulai karier di Eropa. 

 

Pelatih Ipswich Town FC, Kieran McKenna, merekomendasikan Elkan untuk naik ke kelas Championship, menggambarkan bahwa kemampuannya sesuai dengan gaya permainan modern.

 

Musim ini, Elkan belum mendapat kesempatan bermain di divisi Championship, meskipun telah menjadi bagian dari Ipswich Town FC. 

 

Dia hanya diberikan kesempatan bermain selama setengah musim dalam Piala EFL di klub tersebut. 

 

Sementara itu, Elkan menghabiskan sebagian besar musim dengan tampil dalam 14 pertandingan bersama Bristol Rovers di divisi League One. 

 

Meskipun berposisi sebagai bek dan masih berusia 21 tahun, Elkan telah memberikan kontribusi yang signifikan dengan mencatat satu gol dan satu assist untuk Bristol. 

 

Namun, tampaknya nasib Elkan belum merambah ke panggung internasional, karena kali ini tidak masuk dalam skuad timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia MPOID bulan Juni mendatang. 

 

Alasan di balik keputusan pelatih Indonesia, Shin Tae-yong, untuk mengabaikan Elkan belum jelas. 

 

Yang pasti, Elkan sebelumnya tidak merespons panggilan dari STY saat timnas U-23 melawan Guinea dalam play-off Olimpiade Paris 2024. 

 

Hal ini diduga menjadi alasan mengapa STY tidak memasukkan Baggott ke dalam skuad tim nasional senior.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *